Reorder Point (ROP) atau reorder barang menjadi satu titik di mana sebuah produk yang ada di gudang harus ditambah persediaannya sebelum mengalami kehabisan stok. Dengan mengetahui cara menghitung reorder point, maka Anda bisa mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan restock produk. Perhitungan yang tepat bisa menjadikan proses restock barang menjadi lebih maksimal, sehingga stok produk tersebut selalu bisa memenuhi pesanan konsumen.
Rumus untuk Menghitung Reorder Point
Untuk menghitung reorder point, digunakan rumus sebagai berikut:
Reorder Point (ROP) = (Lead Time x Tingkat Permintaan) + Safety Stock
Jika Anda mempunyai beberapa item produk yang berbeda dalam usaha, maka penting untuk mengetahui kapan harus memesan setiap item tersebut dalam inventaris secara terpisah. Item produk yang berbeda, mempunyai tingkat penjualan atau permintaan barang yang berbeda pula.
Komponen penting dalam perhitungan Reorder Point yaitu:
1. Lead Time
Merupakan durasi waktu yang dibutuhkan untuk vendor bisnis Anda untuk bisa memenuhi pesanan Anda. Contoh sederhananya adalah jika Anda pebisnis barang impor dari China yang sudah bekerja sama dengan vendor yang terpercaya, maka bisa mengirimkan barang kapan saja dan berapa pun jumlah barang yang dipesan.
Selanjutnya ternyata Anda menemui stok barang import dari China menipis dan melakukan pemesanan ulang. Hal tersebut membuat vendor harus menyiapkan pengambilan dan pengemasan barang yang membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Selanjutnya ada proses pengangkutan serta persyaratan administrasi untuk pengiriman barang dengan estimasi waktu sekitar 5 hari.
Setelah itu, untuk proses pengiriman barang dari pelabuhan China menuju Indonesia umumnya membutuhkan waktu kurang lebih 20 hari. Pada saat barang sampai di pelabuhan Indonesia, barang kiriman juga wajib melalui tahap pemeriksaan bea cukai dan lainnya dengan perkiraan waktu sekitar 6 hari. Tahap yang terakhir adalah pengiriman barang ke alamat tujuan dengan perkiraan waktu kurang lebih 5 hari.
Maka, bisa dilakukan perhitungan waktu tunggu (lead time) yang dibutuhkan adalah 2+5+20+6+5 = 38 hari.
2. Tingkat Produksi (Permintaan Konsumen)
Langkah selanjutnya adalah untuk mempertimbangkan lead time dengan tingkat permintaan konsumen. Dalam hal ini, merupakan perhitungan rata-rata penjualan harian usaha untuk mengetahui perhitungan reorder point.
Contohnya adalah jika dalam sehari Anda bisa menjual sekitar 20 barang import, maka lead time usaha Anda adalah 38x20 = 760. Data tersebut menunjukkan bahwa, Anda harus bisa menyediakan kurang lebih sejumlah 760 barang import dari China untuk mengantisipasi permintaan dari konsumen selagi menunggu pesanan barang berikutnya yang dikirim oleh vendor sampai di alamat.
3. Safety Stock
Adalah jumlah barang import dari China yang disimpan oleh bisnis/perusahaan untuk mencegah terjadinya kehabisan stok yang bisa terjadi karena adanya perubahan (lonjakan) permintaan, penawaran secara mendadak hingga jika terjadi keterlambatan pengiriman dari vendor. Komponen ini sangat penting untuk dipertimbangkan pebisnis pada saat melakukan perhitungan reorder point.
Manfaat Perhitungan Reorder Point (ROP)
Proses perhitungan ROP dalam bisnis bisa menjadi satu alat pengambilan keputusan sederhana namun sangat membantu menjaga kestabilan tingkat inventaris bisnis. Ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari melakukan perhitungan ROP yaitu:
1. Menjaga kestabilan stok barang
Adanya perhitungan ROP yang tepat bisa membantu bisnis untuk menjaga agar stok barang tidak terlalu menumpuk atau menipis. Sehingga bisnis pun akan terhindar dari risiko kehabisan stok yang tentunya bisa merugikan usaha untuk jangka panjang.
2. Efisiensi waktu
Dengan memahami bagaimana cara menghitung ROP secara efektif, maka pebisnis akan mempunyai peluang sebagai produsen sekaligus distributor untuk membuat otomatisasi bagian dari proses isi ulang stok barang. Bahwa semua hal yang perlu dilakukan dalam bisnis memang membutuhkan perhitungan yang tepat dan akurat, bukan hanya berdasarkan insting saja.
3. Tingkatkan peluang usaha
Jika persediaan stok di gudang dalam kondisi yang maksimal, maka kemampuan bisnis Anda untuk bisa memenuhi permintaan konsumen secara otomatis juga akan meningkat. Di samping itu, bisnis Anda juga akan lebih siap untuk menghadapi high season (musim di mana permintaan mengalami peningkatan) hingga adanya pembaruan infrastruktur untuk menyesuaikan dengan tingkat permintaan pasar usaha.
Untuk proses reorder barang import dari China biasanya jauh lebih mudah dari proses pembelian yang pertama karena supplier dan forwardernya sudah ditentukan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk reorder barang import dari China secara efisien:
- Hubungi kembali supplier barang yang ingin barangnya disorder ulang, beritahukan bahwa Anda ingin memesan ulang barang yang sama dengan spesifikasi yang sama
- Lakukan negosiasi ulang untuk harga, karena Anda memesan ulang siapa tahu ada kebijakan diskon harga atau potongan ongkos kirim, khususnya jika jumlah pembelian ulang jauh lebih banyak
- Lakukan pembayaran dengan menggunakan metode pembayaran yang biasa digunakan
- Pastikan supplier melakukan pengiriman barang ke alamat Anda dengan benar
- Berikan informasi pada pihak forwarder bahwa Anda akan melakukan pengiriman barang ulang
- Tentukan jalur pengiriman, yaitu via laut dengan waktu pengiriman 4-5 minggu atau via udara dengan durasi pengiriman sekitar 1-2 minggu
Dari penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa untuk mengetahui cara menghitung reorder point merupakan hal yang sangat penting untuk pebisnis dalam hal pengelolaan persediaan. Di mana hal tersebut bisa membantu bisnis Anda untuk bisa berjalan dengan efektif dan efisien dengan dua kebutuhan yang terjaga stabil serta seimbang.
Bingung untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk reorder barang import China? Serahkan pada ahlinya yaitu Wilhen Cargo. Anda tak perlu lagi repot berhadapan dengan pihak bea cukai yang menjadi kendala dalam kestabilan stok barang. Konsultasikan pengiriman reorder barang import China Anda hanya di wilhencargo.com sekarang juga.
Frequently Asked Questions
Bagaimana cara untuk menghitung lead time?
Untuk menghitung lead time biasanya melibatkan penjumlahan seluruh waktu yaitu dari mulai proses awal hingga akhir. Rumus yang digunakan adalah Lead Time = Waktu Pemesanan + Waktu Produksi + Waktu Pengiriman.
Berapa lama pengiriman barang dari China ke Indonesia?
Angkutan pengiriman via jalur laut, umumnya membutuhkan waktu sekitar 7-12 hari, sementara angkutan udara memberikan alternatif yang lebih cepat, yaitu 1-3 hari.
Berapa lama pengiriman import barang dari China ke Indonesia?
Pengiriman kargo dari China ke Indonesia dengan menggunakan jalur udara umumnya membutuhkan waktu sekitar 5-14 hari lamanya. Waktu tersebut sudah termasuk yang dibutuhkan untuk pihak bea cukai melakukan customs clearance.
Berapa persen tarif impor barang dari China ke Indonesia?
Untuk melakukan pengiriman impor barang dari China ke Indonesia, terdapat tarif impor yang perlu Anda bayarkan untuk mendukung kelancaran proses impor tersebut. Besaran tarif impor barang dari China ke Indonesia biasanya berkisar sekitar 7,5% dari besarnya nilai pabean.