Ada banyak hal yang harus dipelajari importir pemula, salah satunya adalah memahami perbedaan pengiriman FCL dan LCL. Perbedaan metode ini harus dipahami secara mendalam karena dapat membantu importir pemula dalam menentukan metode pengiriman yang hemat biaya.
Untuk mengetahui perbedaannya apa saja sebaiknya baca ulasan di bawah ini yang akan membahas informasi tentang pengertian, perbedaan, kekurangan dan kelebihan masing-masing metode.
Perbedaan Utama LCL dan FCL
Ada banyak yang mengira LCL dan FCL merupakan metode pengiriman yang sama, tapi sebenarnya ada banyak sekali perbedaan yang dimiliki kedua metode ini. Berikut ini beberapa contoh perbedaannya.
Pengertian
Kalau dari pengertiannya sangat terlihat perbedaan metode-metode ini, pengertian FCL atau full container load merupakan metode pengiriman yang hanya memakai satu kontainer eksklusif untuk satu pengirim dan satu penerima.
Importir yang memakai metode ini akan menyewa satu unit kontainer tanpa memperdulikan kontainer yang disewa terisi penuh atau tidak. Barang yang dikirim menggunakan kontainer ini merupakan barang milik importir tanpa ada barang milik orang lain.
Sedangkan LCL atau less than container load merupakan metode untuk mengirim barang yang kapasitasnya tidak mencukupi untuk mengisi satu kontainer.
Biasanya, importir yang menggunakan metode ini jumlahnya lebih dari satu dan jenis barang yang ada di dalam container sangat bervariasi. Biaya pengiriman menggunakan metode ini akan dihitung berdasarkan berat atau volume barang yang diimport.
Struktur Biaya
Struktur biaya antara FLC dan LCL juga berbeda. Perhitungan biaya pada FLC dihitung secara flat rate sesuai kontainer yang digunakan. Biaya untuk metode ini meliputi biaya sewa kontainer dari pelabuhan di China sampai pelabuhan tujuan.
Meskipun diharuskan untuk membayar penuh biaya sewa satu kontainer, namun metode ini bisa sangat menguntungkan ketika import barang dalam volume besar. Selain itu, biaya tambahan yang dikenakan seperti terminal handling charge lebih transparan dibandingkan LCL.
Kalau biaya LCL bisa dibilang lebih mahal karena biaya pengiriman dihitung berdasarkan volume barang. Tarif pengiriman per volume kalau dilihat secara memang jauh lebih murah dibandingkan FLC. Tapi kalau di akumulasikan untuk pengiriman dalam jumlah besar maka total biayanya jauh lebih mahal dibanding biaya FLC.
Selain itu, metode ini juga menyimpan biaya tambahan yang sering lolos dari perhitungan awal. Contoh biaya yang harus ditanggung yaitu biaya pembongkaran di negara tujuan dan biaya pengangkutan di negara China. Biaya pembongkaran LCL terbilang sangat mahal karena proses sortirnya terbilang cukup rumit.
Waktu Transit
Importir pemula sering menganggap kontainer LCL dan FCL tiba di waktu yang sama karena dikirim menggunakan kapal yang sama. Meskipun pengirimannya memakai satu kapal, namun proses logistik di pelabuhan sangat berbeda. Hal inilah yang membuat waktu transitif tidak sama.
Waktu transit FCL sangat cepat karena setelah kontainer tiba di pelabuhan akan langsung diturunkan dan dikirim ke gudang untuk dilakukan pembongkaran. Proses bea cukai untuk pengiriman kontainer ini sangat lancar karena dokumen yang harus dicek dimiliki satu orang.
Sedangkan waktu transit LCL lebih lama karena proses pengangkutan dan pembongkaran kontainer terbilang cukup rumit. Barang impor tidak dapat langsung dimuat di kontainer karena pengiriman hanya bisa dilakukan ketika kontainer sudah penuh.
Setelah sampai di Indonesia, tidak bisa dilakukan pembongkaran secara langsung. Kontainer harus dikirim terlebih dahulu ke gudang CFS, lalu dibongkar dan dipilih berdasarkan pengirim atau penerima barulah dapat diambil oleh pihak yang bersangkutan. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 20 sampai 25 hari.
Risiko Kerusakan dan Keamanan Barang
Risiko keamanan serta kerusakan barang untuk LCL dan FCL sangatlah berbeda. Pengiriman LCL terbilang cukup berisiko karena barang yang dikirim sering bersentuhan fisik dengan paket barang milik importir lain. Meskipun ada pembatas atau palet yang memisahkan barang, namun rentan terjadi gesekan serta tekanan dari barang lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan.
Selain itu, proses pembongkaran di gudang yang dilakukan secara berulang kali juga dapat menyebabkan kerusakan karena proses yang dilakukan berulang kali akan memperbesar peluang terjadinya kesalahan manusia. Karena sering terjadi kesalahan manusia maka tidak disarankan untuk memakai metode ini ketika mengirim barang pecah belah.
Sedangkan risiko kerusakan pada FCL lebih rendah karena kontainer selalu dalam keadaan tertutup dan disegel dan dibuka ketika kontainer sudah sampai di tempat penerima. Selama pengiriman atau pembongkaran, tidak ada pihak lain yang menyentuh barang di dalam kontainer sehingga risiko pencurian sangatlah kecil dan kerusakan barang juga sangat jarang terjadi.
Kompleksitas Dokumen
Dokumen administrasi yang dibutuhkan untuk pengiriman FCL dan LCL tidaklah sama. Dokumen administrasi untuk FCL sangat sederhana, hanya membutuhkan satu dokumen saja yaitu bill of lading yang mewakili satu penerima dan satu pengirim.
Proses pemberitahuan import barang atau custom clearance bisa berlangsung lebih cepat karena petugas hanya memeriksa satu dokumen bill of lading saja. Sedangkan untuk LCL lebih kompleks dokumennya.
Meskipun Anda mempunyai bill of lading sendiri, namun proses pelepasan barang di pelabuhan tujuan sangat bergantung pada proses administrasi semua muatan yang ada di kontainer.
Kalau sampai ada importir lain yang mengalami masalah dengan administrasi maka proses rilis bisa berlangsung lebih lambat. Jadi semua dokumen yang dimiliki importir yang bersangkutan harus benar dan sesuai regulasi barulah proses liris menjadi cepat dan lancar.
Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan LCL atau FCL?
Banyak pemula yang bertanya Kapan waktu yang tepat memakai FCL atau LCL. Untuk mengetahui hal ini maka perlu menghitung berat dan volume barang dengan akurat. Anda harus mengetahui secara pasti berapa berat dan volume barang yang mau dikirim.
Kalau volumenya cukup besar dan dapat memenuhi satu kontainer sebaiknya pilih FCL, tapi kalau volumenya kurang dari 80% kapasitas kontainer sebaiknya gunakan LCL. Selain itu, perhatikan juga waktu pengiriman.
Kalau ingin mengirim barang dengan cepat maka pilihlah FCL yang proses administrasinya tidak ribet sehingga waktu pengirimannya bisa berlangsung lebih cepat. Tapi kalau tidak ingin terburu-buru bisa memilih LCL yang lebih ekonomis dan fleksibel.
Jika Anda masih merasa bingung untuk memilih salah satu dari kedua metode tersebut maka bisa mencoba untuk berkonsultasi dengan pihak jasa import. Lakukanlah konsultasi dengan jasa import yang menyediakan layanan customer 24 jam, seperti Wilhencargo agar bisa mendapatkan informasi dan solusi kapanpun dan di manapun
Frequently Asked Questions
- Apa yang dimaksud dengan FCL dan LCL?
FCL merupakan metode pengiriman yang hanya memakai satu kontainer saja untuk satu pengirim dan satu penerima, sedangkan LCL adalah metode pengiriman yang menggunakan kontainer untuk mengirim banyak barang milik banyak pengirim.
- Manakah metode pengiriman yang lebih murah antara LCL dan FCL?
Kalau dilihat dari akumulasi biaya secara keseluruhan yang murah adalah FCL.
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan barang menggunakan FLC dan LCL?
Waktu yang diperlukan untuk pengiriman LCL antara 15 sampai 25 hari, sedangkan untuk FCL hanya 10 sampai 20 hari.
- Apa saja kelebihan metode FCL?
Kelebihannya adalah biayanya murah, minim risiko kehilangan dan kerusakan barang.