5 Cara Mudah Menghindari Overstock Saat Import Barang China | WilhenCargo

Kategori

jasa impor china

5 Cara Mudah Menghindari Overstock Saat Import Barang China

27 Agustus 2026

Import barang China sekarang lebih mudah dilakukan dibandingkan dulu karena mulai banyak jasa import yang dapat membantu proses pengiriman barang. Meskipun lebih mudah, namun ada beberapa masalah yang sering menghambat proses import, salah satunya adalah overstock.

Overstock merupakan kondisi di mana stok barang yang ada di gudang terlalu banyak sehingga perusahaan mengalami kerugian. Agar terhindar dari masalah ini sebaiknya coba praktikkan beberapa cara menghindari overstock yang akan dibahas di sini.

Dampak Negatif dari Overstock

Kalau sampai overstock terjadi biasanya perusahaan akan mengalami beberapa dampak negatif, seperti yang ada di bawah ini.

Biaya Penyimpanan Menjadi Mahal

Apabila menyimpan banyak barang di gudang maka ruang penyimpanan menjadi lebih sempit sehingga perlu memperluas ruang penyimpanan.

Hal ini pastinya akan membuat biaya penyimpanan menjadi lebih mahal karena harus menyewa gudang yang lebih luas, membayar keamanan dan membayar listrik yang lebih banyak. Kalau biaya penyimpanannya terlalu banyak maka keuntungan yang diperoleh bisa berkurang.

Likuiditas Menjadi Terbatas

Barang yang tersimpan terlalu banyak di gudang bisa mengikat modal yang Anda miliki. Modal bisnis yang seharusnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain malah masih berupa stok barang di gudang karena belum laku terjual. Hal ini dapat mengurangi likuiditas dan dapat membatasi operasional bisnis sehingga tidak sulit untuk berkembang.

Barang Kadaluwarsa

Barang tidak selamanya bisa digunakan karena ada jenis barang yang mempunyai masa kadaluwarsa. Kalau sampai menyimpan barang yang ada masa kadaluwarsa terlalu lama bisa saja masa berlakunya habis sebelum dibeli konsumen.

Dampak yang akan ditimbulkan dari kondisi ini sangatlah buruk yaitu mengalami kerugian besar karena pengusaha harus bisa mengeluarkan barang tersebut dari gudang dengan cara menjual dengan harga diskon besar-besaran atau membuangnya.

Harga Jual Menurun

Ketika stok barang terlalu banyak maka jalan satu-satunya untuk bisa mengurangi stok adalah menjualnya dengan harga yang lebih murah. Barang yang sebelumnya memiliki nilai jual tinggi bisa menurun sangat drastis nilai jualnya karena stoknya terlalu banyak. Hal ini sudah pasti akan mengurangi margin keuntungan dan dapat memperburuk citra perusahaan di mata konsumen.

Barang Mengalami Kerusakan

Apabila barang tersimpan terlalu lama di gudang maka sangat rentan mengalami kerusakan yang terjadi akibat faktor lingkungan seperti cuaca panas atau udara terlalu lembab. Barang yang rusak sudah pasti sulit dijual, kalaupun berhasil dijual pasti harganya murah. Jadi kalau mengalami overstock maka dipastikan akan mengalami kerugian besar.

Cara Mengurangi Risiko Overstock Ketika Import

Overstock bisa sangat merugikan tapi jangan takut dengan permasalahan ini karena masih banyak cara yang bisa meminimalisir overstock. Berikut beberapa cara yang bisa dipraktikkan.

Pesan Barang Sesuai Kebutuhan Pasar

Untuk menghindari penumpukan barang di gudang sebaiknya pesan barang yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Untuk mengetahui hal ini maka perlu dilakukan riset mendalam tentang pasar lokal di Indonesia. Anda tidak boleh berpatokan dengan tren pasar di China karena barang yang laku di China belum tentu laris di pasar lokal.

Agar bisa mendapatkan data barang yang akurat sebaiknya gunakan platform analitik untuk mencari tahu informasi tentang produk-produk buatan China yang sedang diminati masyarakat Indonesia. Selain itu, informasi ini juga bisa diperoleh dari media sosial yang sedang banyak digunakan masyarakat Indonesia, seperti Facebook, Instagram dan TikTok.

Jangan Terlalu Tergiur dengan Diskon

Banyak supplier China sering menawarkan diskon untuk pembelian jenis produk tertentu dalam jumlah banyak. Importir sangat senang dengan penawaran seperti ini karena mereka berpikir bahwa diskon dapat menghemat biaya pembelian.

Mendapatkan diskon memang menguntungkan tapi kalau harus membeli barang terlalu banyak maka hanya akan menambah beban karena harus bisa menjual semua barang yang dibeli. Kalau ada banyak barang yang belum terjual pastinya harus menyimpan barang terlebih dahulu di gudang sehingga stok barang semakin menumpuk.

Barang-barang yang tidak terjual nantinya bisa menimbulkan kerugian yang jumlahnya lebih besar dibandingkan jumlah diskon yang didapatkan. Jadi lebih baik membeli barang dalam jumlah sedikit sesuai kebutuhan agar tidak overstock. Jika ingin mendapatkan diskon, Anda bisa menawarkan kerja sama jangka panjang dengan supplier.

Hindari Memesan Barang Terlalu Dini

Banyak importir merasa takut kehabisan stok barang sehingga memesan barang di supplier jauh-jauh hari, khususnya untuk produk-produk yang sedang populer di Indonesia. Pemesanan seperti ini sebenarnya tidak salah, namun tetap harus memperhatikan waktu produksi dan pengiriman barang ketika melakukan pemesanan.

Biasanya supplier dapat mempersiapkan dan mengirim barang dalam waktu kurang lebih 30 sampai 60 hari. Kalau Anda memesannya terlalu dini, ada kemungkinan tidak mendapatkan barang atau memperoleh barang sebelum meningkatnya permintaan pasar.

Tidak berhasil membeli barang yang diinginkan sebenarnya bukan permasalahan yang besar karena bisa memesannya kembali di kemudian hari tapi kalau memperoleh barang sebelum ada pesanan biasanya harus menyimpan barang dulu sampai ada yang memesan. Jadi kalau ingin memesan barang sebaiknya perhitungkan durasi produksi, pengiriman barang dan titik puncak permintaan pasar.

Jangan Bergantung pada Satu Supplier

Overstock bisa disebabkan pembelian yang dilakukan hanya pada satu supplier saja. Kalau membeli di satu supplier biasanya pihak supplier meminta perusahaan untuk membeli dalam stok yang besar. Kalau supplier memaksa untuk membeli banyak barang tapi kebutuhannya hanya jumlah kecil saja pasti mau tidak mau harus membelinya dan menyimpannya dulu di gudang.

Kalau pembelian dilakukan satu kali sebenarnya tidak masalah tapi kalau berkali-kali pastinya barang akan terus bertambah dan semakin menumpuk. Jadi agar terhindar dari penumpukan barang sebaiknya bekerja sama dengan beberapa supplier yang menjual barang yang sama. Kalau sudah mempunyai lebih dari satu supplier maka lebih mudah memilih supplier yang dapat menyuplai barang sesuai kebutuhan.

Kelola Stok Barang dengan Baik

Penumpukan barang bisa terjadi karena pengelolaan stok yang tidak benar. Barang yang seharusnya sudah laku dijual ternyata masih tersimpan di gudang karena informasi tentang barang ini tidak diupdate secara berkala.

Selain itu, stok barang yang menumpuk juga bisa terjadi karena perusahaan tidak bisa mengirim barang sesuai jangka waktu yang sudah ditentukan dengan konsumen. Biasanya kalau terjadi keterlambatan pengiriman akan ada pengembalian barang karena konsumen merasa kecewa. Semakin banyak barang yang dikembalikan maka stok di gudang akan semakin banyak.

Jadi kalau ingin barang di gudang tidak terlalu menumpuk sebaiknya lakukan pengelolaan barang dengan benar dan gunakan jasa import yang mampu mengirim barang sesuai dengan estimasi waktu pengiriman.

Salah satu penyedia jasa yang selalu tepat dalam mengirim barang adalah Wilhencargo. Jasa ini mampu mengirim barang secara cepat karena menggunakan selalu menggunakan metode pengiriman yang tepat.

Frequently Asked Questions

  1. Apa yang dimaksud overstock? 

Overstock adalah kondisi stok barang di gudang yang terlalu banyak.

  1. Apa saja dampak yang dirasakan perusahaan ketika overstock terjadi? 

Dampaknya adalah barang kadaluwarsa, harga jual menurun, meningkatnya biaya penyimpanan dan barang mengalami kerusakan.

  1. Bagaimana caranya agar terhindar dari overstock? 

Caranya adalah jangan tergiur dengan diskon, memesan barang sesuai kebutuhan, kelola stok barang dengan baik dan lain sebagainya.

  1. Apa yang harus dilakukan ketika overstock terjadi? 

Saat overstock terjadi sebaiknya jual barang dengan harga diskon agar stok di gudang bisa berkurang.

Cek Harga? Tanya-Tanya?
WhatsApp Kami Sekarang